Selasa, 10 Mei 2011

Tips Membuat Kertas Daur Ulang

kertas-recycled.gifTips Membuat Kertas Daur Ulang
Silakan Klik Link Ini Untuk Membuat Kertas Daur Ulang Berikut Gambar

Kisah sukses Pengusaha Muda di Dunia Maya yang beromzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan

Umur 23 punya bisnis beromzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan. Itulah yang kini dilakoni Rudi Salim. Pria lulusan SMA tersebut menekuni bisnis yang penuh risiko. Yakni, membiayai kredit untuk transaksi online.

RUDI Salim terlihat tengah berkutat dengan laptopnya saat ditemui di balkon lantai tiga kantornya di sebuah ruko kawasan elite di Jakarta Utara pekan lalu. Dia menyatakan lebih senang bekerja di balkon sambil mengamati keadaan sekitar kantornya. "Di sini banyak sumber inspirasi yang berseliweran," katanya. Tak lama berselang, sekretarisnya datang menyuguhkan minuman.

Semua kendali manajemen perusahaan dan urusan sepele dia lakukan tanpa suara melalui media internet. Termasuk, mengendalikan karyawannya di luar kota. Ada delapan cabang di luar kota dengan 32 karyawan dengan omzet lebih dari Rp 1,3 miliar sebulan.

Usaha penghobi game online tersebut hanya mengandalkan website dan thread atau lapak di www.kaskus.us dengan tampilan sederhana berupa tawaran kredit kepada siapa saja yang bertransaksi jual beli via online. "Sangat efektif kan. Tapi, saya membangun semua ini dari nol dengan modal menjual mobil pemberian orang tua," jelas owner PT Excel Trade Indonesia tersebut.

Pria yang pernah mencicipi bangku kuliah di fakultas kedokteran sebuah perguruan tinggi Jakarta selama dua semester itu menjelaskan, usaha tersebut dimulai dengan kenekatan dirinya membiayai transaksi jual beli di dunia maya (online) tanpa berjumpa dan kenal orang sebelumnya. Saat bisnis tersebut dirintis, orang tuanya sempat menentang keras.

"Terutama ibu saya. Sebab, saya putus sekolah dan menjual mobil serta melego salah satu usaha karaoke milik keluarga. Bahkan, ibu sempat bilang tak mau bertemu saya sebelum saya sukses," kenang pria kelahiran Jakarta 24 April 1987 tersebut.

Uniknya, kata Rudi, inspirasi bisnisnya tersebut justru bukan dari dunia online. Tapi, dari perbincangan dirinya dengan temannya yang bekerja di salah satu toko elektronik besar berjaringan nasional yang menyediakan pembiayaan untuk pembelian barang elektronik dari customer. Dari perbincangan tersebut, dia melihat potensi yang masih sangat besar dari bisnis pembiayaan pembelian barang kredit, terutama di dunia online.

Tapi, bisnis Rudi tak langsung mulus dan lancar. Karena minimnya pengalaman, dia berkali-kali ditipu orang. "Awalnya, survei saya hanya melalui telepon berdasar aplikasi dan data yang dikirimkan melalui e-mail kepada calon debitor ke kantor dan rumah calon debitor," terang anak ketiga di antara tiga bersaudara itu.

Benar saja, permintaan pembiayaan kredit barang naik diikuti naiknya permintaan kredit bodong alias penipuan. Pada awal usahanya didirikan, sudah ada 60 aplikasi yang masuk dari nasabah di Jakarta, Bogor, Tangerang, dan Bekasi. Tapi, di antara aplikasi-aplikasi yang diajukan untuk dibiayai transaksinya kepada perusahaan Rudi, tak sedikit yang bermasalah. "Karena itu, saya selalu cek aplikasi kredit itu sendiri," ujarnya.

Awalnya, kenekatannya dalam berbisnis penuh risiko tersebut dimanfaatkan orang-orang tidak bertanggung jawab. Beberapa orang sengaja membuat identitas palsu untuk mengibuli Rudi. Bahkan dia sempat ditipu sindikat pemalsu kartu kredit dan menderita kerugian hingga Rp 15 juta.

Kala itu, ada seorang ibu yang mengajukan aplikasi online untuk membeli laptop dengan kredit senilai Rp 10 juta. Semua data cocok, termasuk saat pengecekan dengan menelepon kantor tempat debitor tersebut bekerja di salah satu BUMN. "Dia sempat membayar empat kali cicilan dan selalu tepat waktu," cerita dia.

Rudi pun percaya kepada "nasabah"-nya tersebut. Karena itu, ketika si ibu kembali mengambil kredit untuk barang yang sama, dia tidak berkeberatan untuk membiayai. "Tak saya sangka, ternyata sejak itu dia menghilang. Kredit laptop keduanya tak dibayar, juga cicilan laptop pertama. Saya kena tipu mentah-mentah," ujarnya.

Saat Rudi mendatangi kantor si "nasabah", orang yang namanya sama dengan nama si ibu tersebut ternyata tidak tahu apa-apa soal kredit laptop itu. "Tampaknya, orang yang saya temui itu namanya dicatut si penipu," imbuhnya.

Dari berbagai pengalaman menjengkelkan tersebut, Rudi kemudian banyak memperbaiki sistem pengucuran kredit perusahaannya. Dia lalu merekrut beberapa orang yang bertugas menyurvei langsung di lapangan. "Kini sebelum bisa menyetujui kredit nasabah, kami menyurvei secara ketat. Setelah barang ada, orang tersebut menandatangani perjanjian dan difoto bersama barangnya," jelasnya.

Sejak sistem baru diterapkan, Rudi jarang kena tipu lagi. Bahkan, banyak pelanggan yang merasa puas atas pelayanan yang aman dan nyaman yang diberikan perusahaan Rudi.

Dalam waktu cepat, nama perusahaan Rudi melejit, terutama di berbagai forum jual beli secara online. Tanpa harus mengeluarkan biaya promosi, publikasi atas perusahaan itu cepat menyebar di banyak forum diskusi di dunia maya maupun dari mulut ke mulut yang pernah merasakan kemudahan layanannya.

Begitu banyaknya permintaan klien dari luar kota membuat Rudi kembali memutar otak untuk meraup peluang tersebut. Dia kemudian menggandeng beberapa moderator daerah di www.kaskus.us untuk menjadi surveyor. Karena itu, Rudi lalu membuka cabang di delapan kota di luar Jabotabek. "Kecil kemungkinan para moderator bermasalah karena mereka juga menjaga reputasinya di dunia maya. Sebab, mereka juga berjualan di forum tersebut," tegasnya.

Kini, dia mengembangkan usahanya dengan mulai membiayai permintaan kredit dari para debitor di bawah usia 17 tahun dengan jaminan orang tuanya. Yang menarik, sekitar 85 persen permintaan pembiayaan kredit yang diajukan kepada dirinya, belakangan ini, adalah untuk pembelian BlackBerry dan handphone (HP). "Sekarang, saya bersiap untuk ekspansi ke bisnis lain," tuturnya mantap (jpnn)

Silahkan Daftarkan Blog ke Berbagai Search Engine

Blog panjenengan belum banyak dikunjungi? Penyebabnya kemungkinannya, blog anda belum terdaftar pada search engine seperto Google, Yahoo, MSN serta search engine lainnya.
Dari sejumlah search engine ada yang harus pakai bayar dan banyak pula yang sifatnya gratis. Jadi andalah yang menentukan pilihan.
Untuk memudahkan dalam melakukan pendaftran blog anda, silahkan masuk ke web freewebsubmission.com. Cara pendaftaranya sebagai berikut :
  • Cari form isian seperti di bawah ini
undefined













  • Isi dengan nama blog panjenengan/anda
  • Isi e-mail panjenengan, jangan lupa centang pada kotak kecil setelah tulisan ini I agree to the terms
  • Silahkan pilih Search Engine dengan men-centang di kotak depan nama Search Engine
  • Klik tulisan Submit Your Site
  • Setelah selesai anda diminta membuka email untuk melakukan verifikasi.
Silahkan dicoba, semoga berhasil dan terus semangat.

Senin, 09 Mei 2011

MEMBUKA USAHA TOKO PLASTIK

Kebutuhan masyarakat akan plastik akan selalu ada, sehingga bisnis toko plastik akan terus prospektif. Untuk itu, kali ini saya akan menyajikan sedikit tips dalam menjual produk baik plastik maupun produk lainnya, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan/dijalankan:
1. Pasar
kira-kira pasar seperti apa yang akan dituju?
- Apakah pasar industri?
- Apakah pasar konveksi/garment? atau
- Apakah pasar rumah makan, kafe atau hotel?
2. Produk
Jika pasar yang dituju telah ditetapkan maka kebutuhan produk bisa diketahui, antara lain:
- Jenis produk plastik yang biasa diperlukan oleh pasar industri berskala besar adalah: plastik PP, plastik PE, plastik HDPE, plastik bubble sheet, plastik foam sheet, tali rafia, dan plastik PVC
- Jenis produk plastik yang biasa diperlukan oleh konveksi/garment adalah: plastik polybag jenis OPP, PP, PE, dan HDPE (shopping bag)
- Sedangkan jenis produk plastik yang biasa diperlukan oleh pasar kafe/restoran/hotel adalah: perlengkapan dapur untuk pelanggan seperti tissue, plastik HDPE anti panas, plastik shopping bag, tusuk gigi, sumpit, plastik sampah, dsb
- atau untuk keperluan umum/industri lainnya adalah gabungan dari pasar industri yang telah kami sebutkan diatas
3. Prospek
- Produk plastik merupakan produk yang paling banyak dicari dan dibutuhkan oleh masyarakat
- Produk plastik relatif tidak ada masa kadaluarsa, kecuali plastik tersebut terkena sinar matahari atau terkena air hujan, sehingga menyebabkan plastik tersebut menjadi berubah warna dan lengket
- Prospeknya dianggap menjanjikan dan baik
4. Budget
- Diperlukan tempat untuk berjualan, seperti counter/kios/gudang/perizinan. Selain itu juga dibutuhkan rak (untuk menaruh plastik), kursi, meja, dsb
- Pembelian produk meliputi: produk yang cepat laku (fast moving product) maupun produk yang lambat lakunya (slow moving product)
- Perlu perhitungan untuk pembelian produk yang cash/transfer, kredit 1 minggu, kredit 2 minggu, atau kredit 4 minggu atau pembelian secara grosir dan eceran.karena kalau beli secara grosier biasanya lebih murah.
- Budget yang diperlukan berkisar antara Rp 30.000.000,- s/d Rp 75.000.000,-
5. Lokasi
- Tempat yang banyak dilalui masyarakat, seperti pasar, pusat pertokoan, mall/trademall
- Tersedianya fasilitas parkir dan keamanan berbelanja  yang memadai
- Tersedianya transportasi umum yang memudahkan calon pembeli untuk mendatangi tempat usaha anda
6. Harga
- Untuk mendapatkan harga yang baik dan murah (bersaing)
- Perlu memperhatikan kurs dollar dan harga minyak dunia. Karena plastik terbuat dari bahan pertambangan dan harga beli bahan plastik biasanya dihitung dalam mata uang dollar
- Membeli produk dari beberapa pabrikan dan distributor supaya mendapatkan produk dan harga yang baik
- Dalam menjual kepada calon pembeli, berikan pelayan dan harga yang baik sehingga kita bisa mendapatkan seorang pembeli yang akan menjadi seorang pelanggan (repeat order)
Jika telah dianalisa meliputi 6 hal diatas, maka tinggal siap membuka toko dan membuat:
- kartu nama
- papan nama toko
- brosur (dan bersiap melayani calon pembeli yang datang dengan ramah dan harga yang bersaing)

Sebelum memulai usaha toko plastik, Anda perlu mengenal jenis-jenis plastik sesuai dengan bahan dan kegunaannya, yaitu
PP (Polypropylene), bahan plastik yang digunakan untuk dipakai pada packing makanan kering / snack. sedotan, kantong obat, penutup, cup, tas, botol, dsb.
PE (Poly Ethylene), bahan plastik yang digunakan sebagai packing minuman atau barang-cairan, seperti es batu, syrup, maupun minuman lainnya.
OPP (Oriented Polystyrene), sangat bening, kurang tahan panas. Digunakan untuk mempacking roti & snack, t-shirt, jackets, baju. Menambah keindahan penamplan produk. Supaya tidak mudah robek dipergunakan double layer side & gusset.
HDPE (High Density Polyethylene), bahan plastik yang bewarna putih susu atau putih bersih. Digunakan untuk kantong tissue, botol detergent dan minyak, dan plastik anti panas, pipa plastik.shoppingbag dan kantong plastik yang  Cocok untuk kantung sayur makanan yang berkuah karena fleksibel dengan kekuatan tinggi.
LDPE (Low Density Polyethylene), bahan plastik yang digunakan untuk pelapis kaleng. Plastik pembungkus makanan supaya tetap hangat (food wrapping). Kantong grocery, bungkus roti, tas plastik fleksibel dengan kekuatan remas.
PET (Polyethylene Terephthalate) adalah polimer jernih dan kuat dengan sifat-sifat penahan gas dan kelembaban. Kemampuan plastik PET untuk menampung karbon dioksida (karbonasi) membuatnya sangat ideal untuk digunakan sebagai botol-botol minuman ringan (bersoda / terkarbonasi). Selain itu plastik PET juga sering digunakan sebagai botol air minum kemasan.
Polystyrene (PS) bersifat berubah bentuk & berbunyi. Bahan plastik yang digunakan untuk gabus (styrofoam, cup, box, tray daging, tempat telur)
Plastik Cor adalah bahan plastik yang biasa dipergunakan untuk pengecoran bangunan.
PVC (Poly Vinly Chlorine), bahan plastik yang dipergunakan untuk packing botol minyak, daging, pipa air dan jendela plastik.
Lunchbox Polystyrene, bahan plastik yang digunakan untuk packing makanan ringan, nasi, dll
Karet bahan karet berupa karet gelang, terbagi dari super dan campuran super terbuat dari bahan murni. Transparan dan bersifat kuat dan elastis. Tersedia ukuran kecil bahan campuran tidak bening, kurang elastis dan tersedia ukuran besar
Plastik Vacuum berupa campuran bahan nylon dan PE/PVC digunakan untuk membungkus sayur, buah, daging yang hampa udara dan siap dimasak / dimakan
Plastik Mika berbahan campuran antara  bahan PP/PE/PVC  biasanya digunakan untuk album, taplak meja, sampul, bungkus dll.

Kreatif, Briket Berbahan Sampah Sagu

Para ahli telah meneliti bahwa limbah sagu berupa kulit kayu (uyung) dapat dijadikan briket sebagai bahan bakar alternatif. Sampah sagu tersebut bisa diubah menjadi rupiah melalui penerapan teklogi canggih. Pemanfaatan uyung menjadi briket, pernah dipaparkan oleh staf ahli dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Sudarja, beberapa waktu lalu.

Dalam tulisannya, Sudarja mengatakan bahwa uyung memiliki kalori atau energi panas cukup tinggi. Limbah itu potensial dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif karena berdasarkan penelitian kami terbukti memiliki kalor atau energi panas cukup tinggi, yakni rata-rata sekitar 7.200 kcal/kg, yang berarti memenuhi standar Jepang dan Amerika Serikat.

Sementara peneliti dari Universitas Negeri Cenderawasih (Uncen), Agustinus juga menyebutkan, selain uyung, ampas sagu dapat juga diolah menjadi briket arang sebagai pengganti bahan bakar minyak.

Menurut Sudarja, proses pembuatan briket bahan bakar limbah sagu ini tidak terlalu sulit. Diawali dengan memotong-motong kayu aren menjadi 3-4 cm. Kemudian potongan kayu itu dipanaskan dalam alat pembuat arang yang disebut Retort selama 4 jam. ”Dalam proses pembuatan arang ini, limbah sagu aren mengeluarkan asap yang sangat banyak sehingga ketika limbah sagu arang sudah dalam bentuk briket sudah tidak lagi mengeluarkan asap yang banyak,”tambahnya.

Setelah menjadi arang, limbah sagu tadi dihaluskan menjadi serbuk. Bisa dilakukan secara manual dengan cara ditumbuk, maupun menggunakan mesin. Kemudian serbuk arang yang sudah halus disaring dengan menggunakan saringan dengan kekasaran tertentu. “Penyaringan digunakan untuk menyeleksi kehalusan serbuk arang tersebut,” imbuhnya.

Setelah itu, serbuk arang tersebut dicampur dengan air dan perekat (pati) yang sudah direbus. Perekatnya juga dapat menggunakan tetes tebu. Selanjutnya campuran tersebut dicetak dengan mesin pres. “Bentuknya sesuai selera dan cetakan yang ada, bisa silinder, balok, bola ataupun bentuk yang lain sepanjang kita punya cetakannya, tetapi saya sarankan bentuknya jangan silinder atau balok, karena kemungkinan akan mengalami kesulitan pada waktu pembakaran, sebabnya rongga antar briket akan kurang dan oksigen juga kurang,” ungkapnya.

Tak jauh bedanya dengan uyung, menurut Agustinus, pembuatan briket arang dari ampas sagu dapat dilakukan dengan menggunakan alat dongkrak hidrolik yang harganya cukup terjangkau. "Cara pembuatannya juga cukup mudah sehingga bisa diterapkan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga sehari-hari dan dikembangkan dalam industri skala rumah tangga," katanya.

Agustinus yang juga menjelaskan, untuk mendapatkan briket arang sebagai bahan bakar, ampas sagu dikeringkan dan dibakar hingga menjadi serbuk arang ampas sagu. Setelah itu, material tersebut dicampur dengan tapioka untuk meningkatkan daya ikat agar tidak retak atau hancur pada saat proses pencetakan.

Pencetakan briket dilakukan dengan menggunakan dongkrak hidrolik hingga mencapai standar kerapatan tertentu. Setelah itu, briket arang sagu dikeringkan di bawah sinar matahari dan siap digunakan sebagai bahan bakar. Selain dapat dibuat menjadi briket arang, ampas sagu dapat pula diolah menjadi papan semen untuk bangunan setelah terlebih dahulu dicampurkan dengan semen.

Penelitian para ahli ini mendapat perhatian investor dari Finlandia, yang baru-baru ini menjajaki sampah sagu di Kepulauan Meranti. Rombongan dari Finlandia itu menyebutkan akan mengolah limbah sagu di Meranti. Survei lapangan pun sudah dilakukan, termasuk rencana pembuatan pelabuhan. Jika proyek ini berhasil diwujudkan, maka Kepulauan Meranti bisa mengeskpor uyung sebanyak 10.000 ton per bulan ke Eropa.

Investor dari Finlandia tersebut sudah menemui para pejabat di Meranti. Mereka bertemu langsung Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Drs. Masrul Kasmy MSi,. yang didampingi Asisten I, Drs. Ikhwani, Kepala Bappeda Drs. H. Nuriman Khair MH dan Sekretaris Bappeda Kepulauan Meranti Viviyanti DPH MhealSc, di ruangan kerja Wabup.

Dalam pemaparannya, jurubicara investor Finlandia, Daniel menjelaskan bahwa investasi yang akan dibangun di Kepulauan Meranti ini sudah memasuki tahapan survei lokasi yang akan dibangun pelabuhan ekspor serta beberapa izin lainnya, diantaranya izin NPWPD dan Surat Domisili. “Kami menargetkan 10.000 ton kulit sagu untuk diekspor ke Eropa. Kami membutuhkan dermaga yang sesuai standar ekspor barang ke Eropa. Kami akan berkoordinasi dengan para pemilik bangsal sagu yang ada, dan usaha sagu industri rumah tangga agar dapat mensuplai bahan baku untuk kebutuhan ekspor tersebut,” kata Daniel.

Wabup Masrul menambahkan, bahwa Pemkab mengucapkan terima kasih kepada pihak investor yang bersedia memanfaatkan limbah kulit sagu untuk dijadikan bahan bio energi pembakaran batubara. Pasalnya, selama ini pemahaman kita bahwa kulit sagu hanyalah limbah industri dan tidak dapat digunakan lagi, ternyata keliru.

“Kita akan memberikan kemudahan dalam perizinannya. Terkait target ekspor, kita akan memenuhi kebutuhan bahan bakunya. Saat ini produksi sagu di Kepulauan Meranti sekitar 8000 ton sebulan,” kata Wabup.

Wabup juga mengingatkan dinas terkait—yakni Bappeda dan Badan Penanaman Modal, Pelayanan dan Perizinan Terpadu Kab. Kepulauan Meranti--untuk segera menyiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan investor Finlandia tersebut.

“Saat ini persoalan air bersih menjadi kendala investasi tersebut, karena bisa berpengaruh terhadap kualitas pelet. Tapi akan kita carikan solusinya. Hal positif yang harus direspon dalam produksi usaha ini adalah, dapat meminimalisir pembakaran batubara yang menyebabkan banyaknya emisi CO2. Karena, jika dicampur dengan pelet tersebut, maka ia dapat mengurangi sebesar 6-7 persen pembakaran CO2. Dan kita sudah menggalakkan dan menerapkan program dunia, yakni Go Green dalam mengurangi emisi,” jelas Wabup. (*)

budidaya tanam karet


Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet

peluang usaha getah karetPeluang Usaha Budidaya Tanaman Karet . Pohon karet (Latin: Hevea Brnziliensis, red) merupakan tanaman yang berasal dari Brazil. Cikal bakal tanaman karet alam dunia ini, setelah mengalami percobaan berkali – kali oleh Henry Wickham, akhirnya berhasil dikembangkan di Asia Tenggara. Bahkan, dalam perkembangan selanjutnya, Asia Tenggara khususnya dan Asia pada umumnya menjadi sumber tanaman karet alam.
Tanaman karet yang mampu tumbuh hingga setinggi 25 m ini, memiliki batang yang mengandung getah yang dikenal dengan istilah lateks. Dan, lateks inilah yang merupakan bahan baku utama dan sangat penting bagi berbagai industri, termasuk industri otomotif dan dalam kemiliteran. Tak pelak, harga jualnya pun terbilang mahal yaitu (pada media 34 Februari 2011, red) Rp. 27.700,- / kg, untuk sadapan berumur sebulan.
Perlu diketahui bahwa umur sadapan sangat berpengaruh pada harga. Misalnya, harga per kilogram lateks untuk sadapan berumur seminggu yakni Rp16 ribu. Sementara lateks dengan umur sadapan sebulan, dihargai Rp27.700,-/kg. Hal itu terjadi, karena saat disadap, getah karet akan bercampur dengan air dan bahan – bahan lain. Lalu, seiring dengan berjalannya waktu terjadi penyusutan hingga akhirnya yang tertinggal hanya endapan getahnya. Karena tidak mau ‘merugi’, sebagian besar petani tanaman karet lebih suka menjual hasil sadapan mereka kala baru berumur (terkumpul) satu minggu.
Di luar itu,Dalam Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet  mempunyai banyak keunggulan. Misalnya, pertama, untuk membudidayakannya biasanya dilakukan dengan cara stek di mana harga bibitnya Rp17.500,-/batang. Cara ini yang lebih sering digunakan, lantaran sudah setengah jadi. Sehingga, tinggal menunggu pertumbuhannya saja. Lain halnya dengan tanaman karet alam yang dibudidayakan dengan biji, yang berarti sangat lama untuk menunggunya tumbuh tinggi. Sementara kemungkinan gagalnya, cuma 5%. Dalam arti, bukan mati melainkan tidak tumbuh secara -mestinya atau terserang hama yang gampang dimusnahkan.
Kedua, lima tahun setelah ditanam, pohon – pohon karet tersebut siap sadap. Penyadapan biasanya dilakukan berselang – seling (satu hari sadap, satu hari tidak). Jadi, total hanya 15 hari dalam sebulan. “Jika baru pertama kali disadap, biasanya akan diperoleh sekitar 85 kg/minggu yang dikumpulkan dari 450 – 500 pohon, yang ditanam di atas lahan seluas 1 ha.
Di sisi lain menurut PT Perkebunan Nusantara, hasil sadapan per hari standarnya 20 kg/pohon. Sementara sadapan per hari perkebunan 13 kg/pohon, padahal baru sekali sadap. Jadi, dapat dibayangkan kalau pohon – pohon itu sudah berumur 10 tahun, setidaknya akan dihasilkan 1 ton/minggu. Sebab, semakin bertambah umurnya, semakin tinggi pohonnya, dan semakin besar batangnya, sehingga semakin banyak pula getah yang dihasilkan.
peluang usaha pohon karetPeluang Usaha Budidaya Tanaman Karet – Ketiga, untuk menjual hasil sadapannya, para petani tanaman karet perlu repot. Karena, pembeli datang dengan sendirinya dan harganya jualnya tidak mungkin turun. Mengingat, selalu ada permintaan untuk lateks. Keempat, biaya produksinya tidak tinggi. Kelima, ketika sudah tidak layak sadap (biasanya saat itu pohon karet telah berumur 20-25 tahun, red.), dalam arti, jumlah getahnya semakin lama semakin sedikit atau pohonnya semakin lama semakin tinggi sehingga sulit dijangkau, maka setelah ditebang ia masih dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku kertas atau berfungsi laiknya kayu.
Namun, tidak berarti tanaman ini tidak memiliki kelemahan, sebab pertama, untuk membudidayakannya dibutuhkan lahan seluas minimal 1 ha. Kedua, lahan tersebut harus berada 400 m di atas permukaan laut dan dengan struktur tanah yang bergelombang. Lantaran, hal itu sangat berpengaruh terhadap banyak sedikitnya getah yang dihasilkan. “Lokasi terbaik untuk bertanam karet yaitu di Sumatera atau setidaknya Kalimantan. Sepengetahuan saya, tanaman karet juga ditanam di Sukabumi dan Serang tapi dalam kapasitas kecil, bukan perkebunan
Di luar itu, banyak sedikitnya getah karet yang dihasilkan dipengaruhi oleh beberapa hal. Pertama, cuaca. Saat musim penghujan hanya sedikit getah yang berhasil disadap, tapi sebaliknya dengan musim kemarau. Kedua, perawatan, terutama pemupukan jangan sampai terlambat.

Analisa Peluang Usaha Budidaya Tanaman Karet ( 1 ha dalam 5 tahun)
BIAYA PENANAMAN
1. Pembelian lahan seluas 1 ha di Kabupaten Rp17.500.000,-.
2. Penggalian lubang = Rp1.500,-/lubang.
Ukuran 5 x 3 = 600 batang.
Ukuran 7 x 3 = 476 batang.
Disiapkan pula bibit untuk sulaman sebanyak 5%. Jadi,jumlah bibit yang disiapkan total 500 batang.
3. Biaya penanaman = Rp200,-/batang.
4. Pembelian bibit =Rp7.500,-/batang.
Total biaya penanaman dalam 1 ha kebun karet = Rp25.000.000,¬
BIAYA PEMELIHARAAN
1. Pemupukan
Jadwal pemupukan Bulan Februari, Mei, dan November
Harga pupuk sekarang
Urea = Rp 85.000,-/50 kg
TSP = Rp125.000,-/50 kg
Phonskha = Rp135.000,-/50 kg
Rp345.000,¬
Biaya pemupukan dalam 1 tahun plus upah= Rp2.220.000,¬
2. Penyemperotan
Penyemperotan tergantung kondisi lahan
7It x Rp.60.000,- = Rp420.000,-x 3 kali dalam 1 tahun = Rp1.260.000,¬
Upah penyemperotan dalam 1 It = Rp30,000,-x 7 It = Rp210.000,-x 3
kali dalam 1 tahun = Rp630.000,¬
Total biaya pemeliharaan sampai dengan sadap= Rp17.430.000,¬

HASIL
• Sadap pertama (awal sadap)
1 ha dalam satu minggu = 80 kg
80 kg x Rp16.000,- = Rp1.280.000,¬
Rp 1.280.000,- x 4 = Rp5.120.000,-:2 = Rp2.560.000,-/bulan
• Kalau tanaman karet tersebut sudah berumur lebih dari 10 tahun
±1 tahun/bulan = 1.000 x Rp16.000,- Rp16.000.000,-/bulan dikurangi Upah karyawan = Rp 6.000.000,¬
Hasil bersih = Rp10.000.000,

kerja sama batu bara

http://pneindonesiacompany.indonetwork.co.id/2521472/batu-bara-indonesia-coal-batubara.htm